Selasa, 29 Juli 2014

Asuransi Prudential Indonesia

Asuransi Prudential - Prudential Indonesia
www​. prudential. co.id/
Prudential Indonesia - Selalu Mendengarkan. Selalu
Memahami. Asuransikan diri Anda dan mereka yang
tercinta ...

Senin, 30 Juni 2014

meraih puasa penuh berkah

Meraih Puasa Penuh Berkah
Puasa mempunyai keutamaan yang besar. Bulan
Ramadhan pun demikian adalah bulan yang penuh
berkah,Meraih Puasa Penuh Berkah , salah satunya
adalah dengan menjalankan sunnah-sunnah dalam
berpuasa,.maka sudah selayaknya kita berusaha
menjalankan ibadah yang mulia ini dengan sebaik-
baiknya, agar kita dapat
Berikut ini beberapa hal yang disunnahkan ketika
puasa. Semoga Allah Subhanahuwata'ala memudahkan
kita untuk mengamalkannya.
1. Mengakhirkan Sahur
Disunnahkan bagi orang yang hendak berpuasa untuk
makan sahur. Al Khottobi mengatakan bahwa makan
sahur merupakan tanda bahwa agama Islam selalu
mendatangkan kemudahan dan tidak
mempersulit. Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallambersabda,
ْﻦَﻣ ْﻥَﺃ َﺩﺍَﺭَﺃ َﻡﻮُﺼَﻳ ْﺮَّﺤَﺴَﺘَﻴْﻠَﻓ ٍﺀْﻰَﺸِﺑ
“Barangsiapa ingin berpuasa, maka hendaklah dia
bersahur.”[ HR. Ahmad 3/367]
Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan
demikian karena di dalam sahur terdapat keberkahan.
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﺍﻭُﺮَّﺤَﺴَﺗ َّﻥِﺈَﻓ ًﺔَﻛَﺮَﺑ ِﺭﻮُﺤَّﺴﻟﺍ ﻰِﻓ
“Makan sahurlah karena sesungguhnya pada sahur itu
terdapat berkah.”[ HR. Bukhari no. 1923 dan Muslim
no. 1095.]
Sahur ini hendaknya tidak ditinggalkan walaupun
hanya dengan seteguk air sebagaimana sabda
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
ُﺭﻮُﺤَّﺴﻟﺍ ُﻪُﻠْﻛَﺃ َﻼَﻓ ٌﺔَﻛَﺮَﺑ ُﻩﻮُﻋَﺪَﺗ ْﻮَﻟَﻭ ْﻥَﺃ َﻉَﺮْﺠَﻳ ْﻢُﻛُﺪَﺣَﺃ ْﻦِﻣ ًﺔَﻋْﺮَﺟ
ٍﺀﺎَﻣ َّﻥِﺈَﻓ َﻪَّﻠﻟﺍ َّﺰَﻋ ُﻪَﺘَﻜِﺋَﻼَﻣَﻭ َّﻞَﺟَﻭ ﻰَﻠَﻋ َﻥﻮُّﻠَﺼُﻳ َﻦﻳِﺮِّﺤَﺴَﺘُﻤﻟﺍ
“Sahur adalah makanan yang penuh berkah. Oleh
karena itu, janganlah kalian meninggalkannya sekalipun
hanya dengan minum seteguk air. Karena
sesungguhnya Allah dan para malaikat bershalawat
kepada orang-orang yang makan sahur.” [ HR. Ahmad
3/12]
Disunnahkan untuk mengakhirkan waktu sahur
hingga menjelang fajar. Hal ini dapat dilihat dalam
hadits berikut. Dari Anas, dari Zaid bin Tsabit, ia
berkata,
َﻊَﻣ ﺎَﻧْﺮَّﺤَﺴَﺗ ِﻝﻮُﺳَﺭ ِﻪَّﻠﻟﺍ ﻰﻠﺻ- ﻪﻠﻟﺍ ﻪﻴﻠﻋ ﺎَﻨْﻤُﻗ َّﻢُﺛ -ﻢﻠﺳﻭ ﻰَﻟِﺇ
.ِﺓَﻼَّﺼﻟﺍ ُﺖْﻠُﻗ ْﻢَﻛ َﻥﺎَﻛ ُﺭْﺪَﻗ ﺎَﻣ ﺎَﻤُﻬَﻨْﻴَﺑ َﻝﺎَﻗ .ًﺔَﻳﺁ َﻦﻴِﺴْﻤَﺧ
“Kami pernah makan sahur bersama Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam. Kemudian kami punberdiri untuk
menunaikan shalat. Kemudian Anas bertanya pada
Zaid, ”Berapa lama jarak antara adzan Shubuh dan
sahur kalian?” Zaid menjawab, ”Sekitar membaca 50
ayat”.[ HR. Bukhari no. 575 dan Muslim no. 1097]
Dalam riwayat Bukhari dikatakan, “Sekitar membaca 50
atau 60 ayat.”
Ibnu Hajar mengatakan, “Maksud sekitar membaca 50
ayat artinya waktu makan sahur tersebut tidak terlalu
lama dan tidak pula terlalu cepat.” Al Qurthubi
mengatakan, “Hadits ini adalah dalil bahwa batas makan
sahur adalah sebelum terbit fajar.”
Di antara faedah mengakhirkan waktu sahur
sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Hajar yaitu akan
semakin menguatkan orang yang berpuasa. Ibnu Abi
Jamroh berkata, “Seandainya makan sahur
diperintahkan di tengah malam, tentu akan berat
karena ketika itu masih ada yang tertidur lelap, atau
barangkali nantinya akan meninggalkan shalat shubuh
atau malah akan begadang di malam hari.”
Bolehkah Makan Sahur Setelah Waktu Imsak (10
Menit Sebelum Adzan Shubuh)?
Syaikh ‘Abdul Aziz bin ‘Abdillah bin Baz –pernah
menjabat sebagai ketua Al Lajnah Ad Da-imah (Komisi
fatwa Saudi Arabia)- pernah ditanya, “Beberapa
organisasi dan yayasan membagi-bagikan Jadwal
Imsakiyah di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini.
Jadwal ini khusus berisi waktu-waktu shalat. Namun
dalam jadwal tersebut ditetapkan bahwa waktu imsak
(menahan diri dari makan dan minum, -pen) adalah 15
menit sebelum adzan shubuh. Apakah seperti ini
memiliki dasar dalam ajaran Islam? “
Syaikh rahimahullah menjawab:
Saya tidak mengetahui adanya dalil tentang
penetapan waktu imsak 15 menit sebelum adzan
shubuh. Bahkan yang sesuai dengan dalil Al Qur’an
dan As Sunnah, imsak (yaitu menahan diri dari makan
dan minum, -pen) adalah mulai terbitnya fajar
(masuknya waktu shubuh). Dasarnya firman
Allah Ta’ala,
ﺍﻮُﻠُﻛَﻭ َﻦَّﻴَﺒَﺘَﻳ ﻰَّﺘَﺣ ﺍﻮُﺑَﺮْﺷﺍَﻭ ُﻂْﻴَﺨْﻟﺍ ُﻢُﻜَﻟ َﻦِﻣ ُﺾَﻴْﺑَﺄْﻟﺍ ِﺩَﻮْﺳَﺄْﻟﺍ ِﻂْﻴَﺨْﻟﺍ
ِﺮْﺠَﻔْﻟﺍ َﻦِﻣ
“Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang
putih dari benang hitam, yaitu fajar.” (QS. Al Baqarah:
187)
Juga dasarnya adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam,
ُﺮْﺠَﻔﻟﺍ ، ِﻥﺍَﺮْﺠَﻓ ٌﺮْﺠَﻓ ُﻡﺎَﻌَّﻄﻟﺍ ُﻡَﺮْﺤُﻳ ُّﻞِﺤَﺗَﻭ ِﻪْﻴِﻓ ُﺓَﻼَّﺼﻟﺍ ٌﺮْﺠَﻓَﻭ ،
ُﻡَﺮْﺤُﺗ ِﻪْﻴِﻓ ُﺓَﻼَّﺼﻟﺍ ‏( ُﺓَﻼَﺻ ْﻱَﺃ ِﺢْﺒُّﺼﻟﺍ‏) ُّﻞِﺤَﻳَﻭ ُﻡﺎَﻌَّﻄﻟﺍ ِﻪْﻴِﻓ
“Fajar ada dua macam: [Pertama] fajar diharamkan
untuk makan dan dihalalkan untuk shalat (yaitu fajar
shodiq, fajar masuknya waktu shubuh, -pen) dan
[Kedua] fajar yang diharamkan untuk shalat shubuh
dan dihalalkan untuk makan (yaitu fajar kadzib, fajar
yang muncul sebelum fajar shodiq, -
pen).” (Diriwayatakan oleh Al Baihaqi dalam Sunan Al
Kubro no. 8024 dalam “Puasa”, Bab “Waktu yang
diharamkan untuk makan bagi orang yang berpuasa”
dan Ad Daruquthni dalam “Puasa”, Bab “Waktu makan
sahur” no. 2154. Ibnu Khuzaimah dan Al Hakim
mengeluarkan hadits ini dan keduanya
menshahihkannya sebagaimana terdapat dalam
Bulughul Marom)
Dasarnya lagi adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam,
َّﻥِﺇ ًﻻَﻼِﺑ ُﻥِّﺫَﺆُﻳ ٍﻞْﻴَﻠِﺑ ﺍﻮُﺑَﺮْﺷﺍَﻭ ﺍﻮُﻠُﻜَﻓ َﻥِّﺫَﺆُﻳ ﻰَّﺘَﺣ ِّﻡُﺃ ُﻦْﺑﺍ ٍﻡﻮُﺘْﻜَﻣ
“Bilal biasa mengumandangkan adzan di malam hari.
Makan dan minumlah sampai kalian mendengar adzan
Ibnu Ummi Maktum.” (HR. Bukhari no. 623 dalam
Adzan, Bab “Adzan sebelum shubuh” dan Muslim no.
1092, dalam Puasa, Bab “Penjelasan bahwa mulainya
berpuasa adalah mulai dari terbitnya fajar”).
Seorang periwayat hadits ini mengatakan bahwa Ibnu
Ummi Maktum adalah seorang yang buta dan beliau
tidaklah mengumandangkan adzan sampai ada yang
memberitahukan padanya “Waktu shubuh telah tiba,
waktu shubuh telah tiba.”
2. Menyegerakan berbuka
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
َﻻ ُﻝﺍَﺰَﻳ ُﺱﺎَّﻨﻟﺍ ﺎَﻣ ٍﺮْﻴَﺨِﺑ َﺮْﻄِﻔْﻟﺍ ﺍﻮُﻠَّﺠَﻋ
“Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan
selama mereka menyegerakan berbuka.”[ HR. Bukhari
no. 1957 dan Muslim no. 1098]
Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka
puasa sebelum menunaikan shalat maghrib dan
bukanlah menunggu hingga shalat maghrib selesai
dikerjakan. Inilah contoh dan akhlaq dari suri tauladan
kita shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagaimana Anas bin
Malikradhiyallahu ‘anhu berkata,
َﻥﺎَﻛ ُﻝﻮُﺳَﺭ ِﻪَّﻠﻟﺍ ﻰﻠﺻ- ﻪﻠﻟﺍ ﻪﻴﻠﻋ ﻰَﻠَﻋ ُﺮِﻄْﻔُﻳ -ﻢﻠﺳﻭ ٍﺕﺎَﺒَﻃُﺭ
ْﻥَﺃ َﻞْﺒَﻗ َﻰِّﻠَﺼُﻳ ْﻥِﺈَﻓ ْﻢَﻟ ْﻦُﻜَﺗ ٌﺕﺎَﺒَﻃُﺭ ﻰَﻠَﻌَﻓ ٍﺕﺍَﺮَﻤَﺗ ْﻢَﻟ ْﻥِﺈَﻓ ْﻦُﻜَﺗ
ﺎَﺴَﺣ ٍﺕﺍَﻮَﺴَﺣ ٍﺀﺎَﻣ ْﻦِﻣ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya
berbuka dengan rothb (kurma basah) sebelum
menunaikan shalat. Jika tidak ada rothb, maka beliau
berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan jika tidak
ada yang demikian beliau berbuka dengan seteguk
air.”[ HR. Abu Daud no. 2356 dan Ahmad 3/164]
3. Berbuka dengan kurma jika mudah diperoleh
atau dengan air.
Dalilnya adalah hadits yang disebutkan di atas dari
Anas. Hadits tersebut menunjukkan bahwa ketika
berbuka disunnahkan pula untuk berbuka dengan
kurma atau dengan air. Jika tidak mendapati kurma,
bisa digantikan dengan makan yang manis-manis. Di
antara ulama ada yang menjelaskan bahwa dengan
makan yang manis-manis (semacam kurma) ketika
berbuka itu akan memulihkan kekuatan, sedangkan
meminum air akan menyucikan.
4. Berdo’a ketika berbuka
Perlu diketahui bersama bahwa ketika berbuka puasa
adalah salah satu waktu terkabulnya do’a.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ٌﺔَﺛَﻼَﺛ ُّﺩَﺮُﺗ َﻻ ُﻢُﻬُﺗَﻮْﻋَﺩ ُﻡﺎَﻣِﻹﺍ ُﻝِﺩﺎَﻌْﻟﺍ ُﻢِﺋﺎَّﺼﻟﺍَﻭ ُﺮِﻄْﻔُﻳ َﻦﻴِﺣ ُﺓَﻮْﻋَﺩَﻭ
ِﻡﻮُﻠْﻈَﻤْﻟﺍ
“Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak : (1)
Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika
dia berbuka, (3) Do’a orang yang terdzolimi.” [ HR.
Tirmidzi no. 2526 dan Ibnu Hibban 16/396]
Ketika berbuka adalah waktu terkabulnya do’a karena
ketika itu orang yang berpuasa telah menyelesaikan
ibadahnya dalam keadaan tunduk dan merendahkan
diri.
Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berbuka
beliau membaca do’a berikut ini,
“Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal
ajru insya Allah (artinya: Rasa haus telah hilang dan
urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan
insya Allah)” [ HR. Abu Daud no. 2357. ]
Adapun do’a berbuka,
َﻚَﻟ َّﻢُﻬَّﻠﻟﺍ ُﺖْﻤُﺻ َﻚِﻗْﺯِﺭ ﻰَﻠَﻋَﻭ ُﺕْﺮَﻄْﻓَﺃ
“Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthortu (Ya
Allah, kepada-Mu aku berpuasa dan kepada-Mu aku
berbuka)”[ HR. Abu Daud no. 2358] Do’a ini berasal
dari hadits hadits dho’if (lemah).
Begitu pula do’a berbuka,
َّﻢُﻬّﻠﻟﺍ َﻚَﻟ ُﺖْﻤُﺻ ُﺖْﻨَﻣﺁ َﻚِﺑَﻭ ﻰَﻠَﻋَﻭ َﻚِﻗْﺯِﺭ ُﺕْﺮَﻄْﻓَﺃ
“Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala
rizqika afthortu” (Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa
dan kepada-Mu aku beriman, dan dengan rizki-Mu aku
berbuka), Mula ‘Ali Al Qori mengatakan, “Tambahan
“wa bika aamantu” adalah tambahan yang tidak
diketahui sanadnya, walaupun makna do’a tersebut
shahih. Sehingga cukup do’a shahih yang kami
sebutkan di atas (dzahabazh zhomau …) yang
hendaknya jadi pegangan dalam amalan.
5. Memberi makan pada orang yang berbuka.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ْﻦَﻣ َﺮَّﻄَﻓ ﺎًﻤِﺋﺎَﺻ ُﻪَﻟ َﻥﺎَﻛ ُﻞْﺜِﻣ َﺮْﻴَﻏ ِﻩِﺮْﺟَﺃ ُﻪَّﻧَﺃ َﻻ ُﺺُﻘْﻨَﻳ ِﺮْﺟَﺃ ْﻦِﻣ
ﺎًﺌْﻴَﺷ ِﻢِﺋﺎَّﺼﻟﺍ
“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka
baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut,
tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu
sedikit pun juga.” [ HR. Bukhari no. 1902 dan Muslim
no. 2308.]
6. Memperbanyak sedekah di bulan Ramadhan
Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,
“Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam adalah orang yang
paling gemar melakukan kebaikan. Kedermawanan
(kebaikan) yang beliau lakukan lebih lagi di bulan
Ramadhan yaitu ketika Jibril ‘alaihis salam menemui
beliau. Jibril ‘alaihis salam datang menemui beliau pada
setiap malam di bulan Ramadhan (untuk membacakan
Al Qur'an) hingga Al Qur'an selesai dibacakan untuk
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Apabila Jibril ‘alaihi
salam datang menemuinya, beliau adalah orang yang
lebih cepat dalam kebaikan dari angin yang
berhembus.”
Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih banyak lagi
melakukan kebaikan di bulan Ramadhan. Beliau
memperbanyak sedekah, berbuat baik, membaca Al
Qur’an, shalat, dzikir dan i’tikaf.”
Dengan banyak berderma melalui memberi makan
berbuka dan sedekah sunnah dibarengi dengan
berpuasa itulah jalan menuju surga.Dari ‘Ali, ia berkata,
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang
mana bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan
bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya." Lantas
seorang arab baduwi berdiri sambil berkata, "Bagi
siapakah kamar-kamar itu diperuntukkan wahai
Rasululullah?" Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam menjawab: "Untuk orang yang berkata benar,
yang memberi makan, dan yang senantiasa berpuasa
dan shalat pada malam hari diwaktu manusia pada
tidur." [ HR. Tirmidzi no. 1984.]
Semoga sajian ini bermanfaat. Alhamdulillahilladzi bi
ni'matihi tatimmush sholihaat.

Minggu, 23 Maret 2014

"Berpikirlah seperti ratu. Ratu tidak takut gagal. Kegagalan adalah batu loncatan lain untuk keberhasilan" - Oprah Winfrey Dear sahabat face book .... Saat Anda mengalami masa-masa sulit, memang susah menjaga pola pikir untuk tetap positif dan mencegah hati merasa sebagai seorang pecundang. Tetapi dengan mengingat lagi kisah-kisah orang besar, bisa dipastikan setiap orang yang berhasil pasti pernah gagal. Tetapi mereka tidak pernah menganggap dirinya sebagai orang gagal. Wolfgang Mozart, misalnya, salah satu pencipta musik genius pernah dikritik oleh Kaisar Ferdinand yang menganggap operanya berjudul The Marriage of Vigaro "terlalu bising" dan mengandung "terlalu banyak not". Pelukis Vincent van Gogh yang lukisannya mencapai rekor tertinggi dalam nilai penjualan, hanya berhasil menjual satu lukisan selama seumur hidupnya. Mantan presiden Amerika Serikat, Abraham Lincoln pun punya daftar panjang kegagalan. Gagal dalam bisnis, berulang kali juga gagal terpilih menjadi anggota kongres dan senat. Hingga pada akhirnya, di tahun 1860 ia terpilih sebagai presiden ke-16 Amerika Serikat dan menjadi salah satu presiden tersukses dalam sejarah negara itu. Pada akhirnya, tidak jadi masalah, kapan dan di mana Anda pernah gagal atau berapa banyak kesalahan yang Anda buat. Saat menghadapi semua kesulitan, penolakan dan kegagalan itu, tetaplah percaya diri dan MENOLAK menganggap diri sebagai Orang gagal Selamat siang , lanjutkan aktivitas utk meraih karya terbaik hari ini..
Mochamad Ilyas shared a link. Jokowi:Jangan Pilih Capres Yang Cuma Beri Janji Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menjadi juru kampanye Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Lampung.

Minggu, 23 Februari 2014

Asuransi Jiwa Prudential Indonesia

Asuransi Prudential - Prudential Indonesia
www​. prudential. co.id/
Prudential Indonesia - Selalu Mendengarkan. Selalu
Memahami. Asuransikan diri Anda dan mereka yang
tercinta ...
SFA
https://sfa.prudential.co.id/
Sales force refreshment training. • Res
Sales Force Automation
www.prudential.co.id/corp/prudential_in_id/m ...
Sales Force Automation (SFA) adalah aplikasi
berbasis web yang ...
Unit Link
www.prudential.co.id/pru_CMS/unitlink%3Flan ...
... harga unit. Lihat harga unit terbaru dan pilih
Dana Prudential Anda. ... PRU link Rupiah
Managed Fund, IDR, 7.012, 98, 2.18%, 4.13%,
5.98%, 3.91%, -6.42 %.
Prudential Indonesia
www.prudential.co.id/corp/prudential_en_id/
Prudential Indonesia - Always Listening. Always
Understanding. Insure you ...
PRUaccess
www.prudential.co.id/corp/prudential_in_id/m ...
PRUaccess adalah aplikasi di website yang khusus
dibuat untuk memfasilitasi ...
Produk-Produk Asuransi
www.prudential.co.id/corp/prudential_in_id/so ...
Produk-produk asuransi Prudential yang beragam
memberikan kepastian ...
Kontak
www.prudential.co.id/corp/prudential_in_id/h ...
Prudential Indonesia menerima permintaan Anda
dan memiliki Layanan ...
PrudentialKu
www.prudential.co.id/corp/prudential_in_id/m ...
PRUaccess - Unit Link - Sales Force Automation -
Dana PRUlink
Karir
www.prudential.co.id/corp/prudential_in_id/h ...
Kembangkan karir asuransi Anda bersama dengan
Prudential. Bergabung ...
Kantor Keagenan
www.prudential.co.id/pru_CMS/findagent%3Fl ...
... agen Prudential di negara Anda. ( Temukan
agensi / kantor yang terdekat dengan Anda) ...